Pembaca Setia

Minggu, 09 Desember 2012

Awal, 31 Maret 2010

Kini saatnya aku bercerita, tentang apa yang pernah terjadi padaku sejak 31 Maret 2010. Mungkin mulutku telah berkata banyak tentang apa yang pernah terjadi padaku, begitu juga dengan tanganku yang kini mengetik indah di atas keyboard  untuk bercerita lebih luas tentang apa yang pernah terjadi padaku. Semoga banyak pihak bisa menyalahkanku sehingga aku bisa memperbaiki diri ke depannya dan tak ada lagi yang seperti aku nantinya.
Aku mengenalnya dari dulu, namanya Singgih. Tapi baru tanggal 31 Maret 2010 kami mengikatkan perasaan pada satu ikatan yang bisa kami sebut sebagai pacaran. Kalau dimulai dari awal memang cukup panjang, tapi sebagai bakal penulis sejati aku gak mau ngeluh buat nulis panjang di post kali ini. Pada intinya Singgih dateng ke rumahku tanggal 31 Maret 2010.
Percakapan dimulai. Karena memang udah pernah kenal jadinya perbincangan ngalir gitu aja, tanpa kendala. Berhubung saat itu dompetku lagi tipis akhirnya aku cuma nyediain satu gelas es susu di atas meja tamu. Entah kenapa Singgih mempersilakan aku minum es itu, dan ternyata memang dia punya mau. Dengan teliti Singgih nyari bekas bibirku yang melekat di gelas dan dengan sengaja dia minum dari sisi itu. Aku masih lugu dan belum paham apa maksudnya tapi aku jalani aja semua permainannya sore itu.
Hingga waktu menunjukkan pukul 16.30 WITA. Dengan iringan lagu dari Richard Marx, dengan tatapan mata yang tajam akhirnya Singgih menyatakan maksud dari semua gerak-geriknya tadi. Cukup satu kalimat dan perasaannya padaku terungkapkan. Lebih jelasnya Singgih menyatakan cinta di hadapanku, padaku, dan memintaku jadi pacarnya. Dengan ringannya aku bilang iya, menurutmu?
Kalau dipikir-pikir lagi ceritanya emang basi. Terjadi tahun 2010, baru dipost tahun 2012. Jalan ceritanya tertebak dan endingnya happy. Tapi, apa yang terjadi tanggal 31 Maret 2010 menjadi awal dari ceritaku nantinya yang masih kusimpan untuk post berikutnya. Mungkin nanti bakal ada hal yang bisa mengejutkan, menuai kritik, dan komtroversia, mungkin...
Dan mungkin hanya mungkin, sampai di sini dan nanti datang kembali. . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar